Senin, 15 Juni 2015
MAKALAH TENTANG MASALAH PENDIDIKAN
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Pendidikan merupakan suatu kegiatan yang bersifat umum bagi setiap manusia dimuka bumi ini. Pendidikan tidak terlepas dari segala kegiatan manusia. Dalam kondisi apapun manusia tidak dapat menolak efek dari penerapan pendidikan. Pendidikan diambil dari kata dasar didik, yang ditambah imbuhan menjadi mendidik. Mendidik berarti memlihara atau memberi latihan mengenai akhlak dan kecerdasan pikiran. Dari pengertian ini didapat beberapa hal yang berhubungan dengan Pendidikan. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, pendidikan adalah suatu usaha manusia untuk mengubah sikap dan tata laku seseorang atau sekolompok orang dalam usaha mendewasakan manusia melalui upaya pengajaran dan latihan. Pada hakikatnya pendidikan adalah usaha manusia untuk memanusiakan manusia itu sendiri. Dalam penididkan terdapat dua subjek pokok yang saling berinteraksi. Kedua subjek itu adalah pendidik dan subjek didik. Subjek-subjek itu tidak harus selalu manusia, tetapi dapat berupa media atau alat-alat pendidikan. Sehingga pada pendidikan terjadi interaksi antara pendidik dengan subjek didik guna mencapai tujuan pendidikan.
Menurut wadah yang menyelenggarakan pendidikan, pendidikan dapat dibedakan menjadi pendidikan formal, informal dan nonformal. Pendidikan formal adalah segala bentuk pendidikan atau pelatihan yang diberikan secara terorganisasi dan berjenjang, baik bersifat umum maupun bersifat khusus. Contohnya adalah pendidikan SD, SMP, SMA dan perguruan tinggi negeri ataupun swasta. Pendidikan Informal dalah jenis pendidikan atau pelatihan yang terdapat di dalam keluarga atau masyarkat yang diselenggarakan tanpa ada organisasi tertentu(bukan organisasi). Pendidkan nonformal adalah segala bentuk pendidikan yan diberikan secara terorganisasi tetapi diluar wadah pendidikan formal.
Pada makalah ini, akan dikaji hal-hal yang berhubungan dengan pendidikan formal yang diselenggarakan di Indonesia. Pada dasarnya setiap kegiatan yang dilakukan akan menimbulkan dua macam dampak yang saling bertentangan. Kedua dampak itu adalah dampak positif dan dampak negatif. Dampak positif adalah segala sesuatu yang merupakan harapan dari pelaksanaan kegiatan tersebut, dengan kata lain dapat disebut sebagai ’Tujuan’. Sedangkan dampak negatif adalah segala sesuatu yang bukan merupakan harapan dalam pelaksanaan kegitan tersebut, sehingga dapat disebut sebagai hambatan atau masalah yang ditimbulkan.Jika peristiwa di atas dihubungkan dengan pendidikan, maka pelaksanaan pendidikan akan menimbulkan dampak negatif yang disebut sebagai masalah dan hambatan yang akan dihadapi. Hal ini akan lebih tepat bila disebut sebagai permasalahan Pendidikan.Istilah permasalahan pendidikan diterjemahkan dari bahasa inggris yaitu“problem“. Masalah adalah segala sesuatu yang harus diselesaikan atau dipecahkan. Sedangkan kata permasalahan berarti sesuatu yang dimasalahkan atau hal yang dimasalahkan. Jadi Permasalahan pendidikan adalah segala-sesuatu hal yang merupakan masalah dalam pelaksanaaan kegiatan pendidikan.
Dari uraian di atas, dapat disimpulkan bahwa Permasalahan Pendidikan Indonesia adalah segala macam bentuk masalah yang dihadapi oleh program-program pendidikan di negara Indonesia. Seperti yang diketahui dalam TAP MPR RI No. II/MPR/1993 dijelaskan bahwa program utama pengembangan pendidikan di Indonesia adalah sebagai berikut.
a. Perluasan dan pemerataan kesempatan mengikuti pendidikan
b. Peningkatan mutu pendidikan
c. Peningkatan relevansi pendidikan
d. Peningkatan Efisiensi dan efektifitas pendidikan
e. Pengembangan kebudayaan
f. Pembinaan generasi muda
Adapun masalah yang dipandang sangat rumit dalam dunia pendidikan adalah sebagai berikut.
a. Pemerataan
b. Mutu dan Relevansi
c. Efisiensi dan efektivitas
1.2 Rumusan Masalah
1. Apa saja yang masalah pokok pendidikan di Indonesia?
2. Apa saja faktor penyebab masalah pendidikan di Indonesia?
3. Bagaimana cara penanggulangan masalah pendidikan?
1.3 Tujuan penulisan
1. Dapat mengetahui masalah pokok pendidikan di Indonesia
2. Dapat mengetahui faktor penyebab masalah pendidikan di Indonesia
3. Dapat mengetahui cara penanggulangan masalah pendidikan
1.4 Manfaat penulisan
Berikut ini kan dijabarkan mengenai manfaat-manfaat yang dapat diambil dari penulisan makalah ini.
a. Membangun kualitas pendidikan kearah yang lebih baik.
b. Menelaah masalah-masalah pendidikan yang dihadapi.
c. Memberikan inovasi baru dalam menghadapi masalah pendidikan
d. Batu loncatan kepada pendidikan yang lebih baik.
e. Membangun cara belajar yang lebih efektif.
BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Masalah Pokok Pendidikan
Permasalahan pendidikan merupakan suatu kendala yang menghalangi tercapainya tujuan pendidikan. Pada bab ini akan dibahas beberapa hal yang merupakan permasalahan pendidikan di Indonesia. Adapun permasalahan tersebut adalah sebagai berikut.
1. Pemerataan Pendidikan
2. Mutu dan Relevansi Pendidikan
3. Efisiensi dan Efektifitas Pendidikan
Berikut ini adalah penjelasan-penjelasan mengenai 3 poin permasalahan pendidikan di atas.
2.1.1 Pemerataan Pendidikan
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), kata pemerataan berasal dari kata dasar rata, yang berarti: 1) meliputi seluruh bagian, 2) tersebar kesegala penjuru, dan 3) sama-sama memperoleh jumlah yang sama. Sedangkan kata pemerataan berarti proses, cara, dan perbutan melakukan pemerataan. Jadi dapat disimpulkan bahwa pemerataan pendidikan adalah suatu proses, cara dan perbuatan melakukan pemerataan terhadap pelaksanaan pendidikan, sehingga seluruh lapisan masyarakat dapat merasakan pelaksanaan pendidikan.
Pelaksanaan pendidikan yang merata adalah pelaksanaan program pendidikan yang dapat menyediakan kesempatan yang seluas-luasnya bagi seluruh warga negara Indonesia untuk dapat memperoleh pendidikan. Pemerataan dan perluasan pendidikan atau biasa disebut perluasan keempatan belajar merupakan salah satu sasaran dalam pelaksanaan pembangunan nasional. Hal ini dimaksudkan agar setiap orang mempunyai kesempatan yang sama unutk memperoleh pendidikan. Kesempatan memperoleh pendidikan tersebut tidak dapat dibedakan menurut jenis kelamin, status sosial, agama, amupun letak lokasi geografis.
Dalam propernas tahun 2000-2004 yang mengacu kepada GBHN 1999-2004 mengenai kebijakan pembangunan pendidikan pada poin pertama menyebutkan:
“Mengupayakan perluasan dan pemeraatan memperoleh pendidikan yang bermutu tinggi bagi seluruh rakyat Indonesia menuju terciptanya Manusia Indonesia berkualitas tinggi dengan peninggakatan anggaran pendidikan secara berarti“. Dan pada salah satu tujuan pelaksanaan pendidikan Indonesia adalah untuk pemerataan kesempatan mengikuti pendidikan bagi setiap warga negara.
Dari penjelasan tersebut dapat dilihat bahwa Pemerataan Pendidikan merupakan tujuan pokok yang akan diwujudkan. Jika tujuan tersebut tidak dapat dipenuhi, maka pelaksanaan pendidikan belum dapat dikatakan berhasil. Hal inilah yang menyebabkan masalah pemerataan pendidikan sebagai suatu masalah yang paling rumit untuk ditanggulangi.
Permasalahan Pemerataan dapat terjadi karena kurang tergorganisirnya koordinasi antara pemerintah pusat dengan pemerintah daerah, bahkan hingga daerah terpencil sekalipun. Hal ini menyebabkan terputusnya komunikasi antara pemerintah pusat dengan daerah. Selain itu masalah pemerataan pendidikan juga terjadi karena kurang berdayanya suatu lembaga pendidikan untuk melakukan proses pendidikan, hal ini bisa saja terjadi jika kontrol pendidikan yang dilakukan pemerintah pusat dan daerah tidak menjangkau daearh-daerah terpencil. Jadi hal ini akan mengakibatkan mayoritas penduduk Indonesia yang dalam usia sekolah, tidak dapat mengenyam pelaksanaan pendidikan sebagaimana yang diharapkan.
Permasalahan pemerataan pendidikan dapat ditanggulangi dengan menyediakan fasilitas dan sarana belajar bagi setiap lapisan masyarakat yang wajib mendapatkan pendidikan. Pemberian sarana dan prasrana pendidikan yang dilakukan pemerintah sebaiknya dikerjakan setransparan mungkin, sehingga tidak ada oknum yang dapat mempermainkan program yang dijalankan ini.
2.1.2 Mutu dan Relevansi Pendidikan
Mutu sama halnya dengan memiliki kualitas dan bobot. Jadi pendidikan yang bermutu yaitu pelaksanaan pendidikan yang dapat menghsilkan tenaga profesional sesuai dengan kebutuhan negara dan bangsa pada saat ini. Sedangkan relevan berarti bersangkut paut, kait mangait, dan berguna secara langsung.
Sejalan dengan proses pemerataan pendidikan, peningkatan mutu untuk setiap jenjang pendidikan melalui persekolahan juga dilaksanakan. Peningkatan mutu ini diarahkan kepada peningkatan mutu masukan dan lulusan, proses, guru, sarana dan prasarana, dan anggaran yang digunakan untuk menjalankan pendidikan.
Rendahnya mutu dan relevansi pendidikan dipengaruhi oleh beberapa faktor. Faktor terpenting yang mempengaruhi adalah mutu proses pembelajaran yang belum mampu menciptakan proses pembelajaran yang berkualitas. Hasil-hasil pendidikan juga belum didukung oleh sistem pengujian dan penilaian yang melembaga dan independen, sehingga mutu pendidikan tidak dapat dimonitor secara ojektif dan teratur.Uji banding antara mutu pendidikan suatu daerah dengan daerah lain belum dapat dilakukan sesuai dengan yang diharapkan. Sehingga hasil-hasil penilaian pendidikan belum berfungsi unutk penyempurnaan proses dan hasil pendidikan.
Selain itu, kurikulum sekolah yang terstruktur dan sarat dengan beban menjadikan proses belajar menjadi kaku dan tidak menarik. Pelaksanaan pendidikan seperti ini tidak mampu memupuk kreatifitas siswa unutk belajar secara efektif. Sistem yang berlaku pada saat sekarang ini juga tidak mampu membawa guru dan dosen untuk melakukan pembelajaran serta pengelolaan belajar menjadi lebih inovatif.
Akibat dari pelaksanaan pendidikan tersebut adalah menjadi sekolah cenderung kurang fleksibel, dan tidak mudah berubah seiring dengan perubahan waktu dan masyarakat. Pada pendidikan tinggi, pelaksanaan kurikulum ditetapkan pada penentuan cakupan materi yang ditetapkan secara terpusat, sehingga perlu dilaksanakan perubahan kearah kurikulum yang berbasis kompetensi, dan lebih peka terhadap perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.
Rendahnya mutu dan relevansi pendidikan juga disebabkan oleh rendahnya kualitas tenaga pengajar. Penilaian dapat dilihat dari kualifikasi belajar yang dapat dicapai oleh guru dan dosen tersebut. Dibanding negara berkembang lainnya, maka kualitas tenaga pengajar pendidikan tinggi di Indonesia memiliki masalah yang sangat mendasar.
Melihat permasalahan tersebut, maka dibutuhkanlah kerja sama antara lembaga pendidikan dengan berbagai organisasi masyarakat. Pelaksanaan kerja sama ini dapat meningkatkan mutu pendidikan. Dapat dilihat jika suatu lembaga tinggi melakukan kerja sama dengan lembaga penelitian atau industri, maka kualitas dan mutu dari peserta didik dapat ditingkatkan, khususnya dalam bidang akademik seperti tekonologi industri.
2.1.3 Efisiensi dan Efektifitas Pendidikan
Sesuai dengan pokok permasalahan pendidikan yang ada selain sasaran pemerataan pendidikan dan peningkatan mutu pendidikan, maka ada satu masalah lain yang dinggap penting dalam pelaksanaan pendidikan, yaitu efisiensi dan efektifitas pendidikan. Permasalahan efisiensi pendidikan dipandang dari segi internal pendidikan. Maksud efisiensi adalah apabila sasaran dalam bidang pendidikan dapat dicapai secara efisien atau berdaya guna. Artinya pendidikan akan dapat memberikan hasil yang baik dengan tidak menghamburkan sumberdaya yang ada, seperti uang, waktu, tenaga dan sebagainya.
Pelaksanaan proses pendidikan yang efisien adalah apabila pendayagunaan sumber daya seperti waktu, tenaga dan biaya tepat sasaran, dengan lulusan dan produktifitas pendidikan yang optimal. Pada saat sekarng ini, pelaksanaan pendidikan di Indonesia jauh dari efisien, dimana pemanfaatan segala sumberdaya yang ada tidak menghasilkan lulusan yang diharapkan. Banyaknya pengangguran di Indonesia lebih dikarenakan oleh kualitas pendidikan yang telah mereka peroleh. Pendidikan yang mereka peroleh tidak menjamin mereka untuk mendapat pekerjaan sesuai dengan jenjang pendidikan yang mereka jalani.
Pendidikan yang efektif adalah pelaksanaan pendidikan dimana hasil yang dicapai sesuai dengan rencana / program yang telah ditetapkan sebelumnya. Jika rencana belajar yang telah dibuat oleh dosen dan guru tidak terlaksana dengan sempurna, maka pelaksanaan pendidikan tersebut tidak efektif.
Tujuan dari pelaksanaan pendidikan adalah untuk mengembangkan kualitas SDM sedini mungkin, terarah, terpadu dan menyeluruh melalui berbagai upaya. Dari tujuan tersebut, pelaksanaan pendidikan Indonesia menuntut untuk menghasilkan peserta didik yang memeiliki kualitas SDM yang mantap. Ketidakefektifan pelaksanaan pendidikan tidak akan mampu menghasilkan lulusan yang berkualitas. Melainkan akan menghasilkan lulusan yang tidak diharapkan. Keadaan ini akan menghasilkan masalah lain seperti pengangguran.
Penanggulangan masalah pendidikan ini dapat dilakukan dengan peningkatan kulitas tenaga pengajar. Jika kualitas tenaga pengajar baik, bukan tidak mungkin akan meghasilkan lulusan atau produk pendidikan yang siap untuk mengahdapi dunia kerja. Selain itu, pemantauan penggunaan dana pendidikan dapat mendukung pelaksanaan pendidikan yang efektif dan efisien. Kelebihan dana dalam pendidikan lebih mengakibatkan tindak kriminal korupsi dikalangan pejabat pendidikan. Pelaksanaan pendidikan yang lebih terorganisir dengan baik juga dapat meningkatkan efektifitas dan efisiensi pendidikan. Pelaksanaan kegiatan pendidikan seperti ini akan lebih bermanfaat dalam usaha penghematan waktu dan tenaga.
2.2 Faktor Penyebab Masalah Pendidikan
Masalah pokok pendidikan akan terjadi di dalam dalam bidang pendidikan itu sendiri. Jika di analisis lebih jauh, maka sesungguhnya permasalahan pendidikan berkaitan dengan beberapa faktor yang menyebabkan terjadinya masalah itu. Adapun faktor-faktor yang dapat menimbulkan permasalahan pokok pendidikan tersebut adalah sebagai berikut.
1. IPTEK
2. Laju Pertumbuhan Penduduk
3. Permasalah Pembelajaran
2.2.1 IPTEK
Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi pada saat ini berdampak pada pendidikan di Indonesia. Ketidaksiapan bangsa menerima perubahan zaman membawa perubahan tehadap mental dan keadaan negara ini. Bekembangnya ilmu pengetahuan telah membentuk teknologi baru dalam segala bidang, baik bidang social, ekonomi, hokum, pertanian dan lain sebagainya.
Sebagai negara berkembang Indonesia dihadapkan kepada tantangan dunia global. Dimana segala sesuatu dapat saja berjalan dengan bebas. Keadaan seperti ini akan sangat mempengaruhi keadaan pendidikan di Indonesia. Penemuan teknologi baru di dalam dunia pendidikan, menuntut Indonesia melakukan reformasi dalam bidang pendidikan. Pelaksanaan reformasi tidaklah mudah, hal ini sangat menuntut kesiapan SDM Indonesia untuk menjalankannya.
2.2.2 Laju Pertumbuhan Penduduk
Laju pertumbuhan yang sangat pesat akan berpengaruh tehadap masalah pemerataan serta mutu dan relevansi pendidikan. Pertumbuhan penduduk ini akan berdampak pada jumlah peserta didik. Semakin besar jumlah pertumbuhan penduduk, maka semakin banyak dibutuhkan sekolah-sekolah unutk menampungnya. Jika daya tampung suatu sekolah tidak memadai, maka akan banyak peserta didik yang terlantar atau tidak bersekolah. Hal ini akan menimbulkan masalah pemerataan pendidikan.
Tetapi apabila jumlah dan daya tampung suatu sekolah dipaksakan, maka akan terjadi ketidakseimbangan antara tenaga pengajar dengan peserta didik. Jika keadaan ini dipertahankan, maka mutu dan relevansi pebdidikan tidak akan dapat dicapai dengan baik.
Sebagai negara yang berbentuk kepulauan, Indonesia dihadapkan kepada masalah penyebaran penduduk yang tidak merata. Tidak heran jika perencanaan, sarana dan prasarana pendidikan di suatu daerah terpencil tidak terkoordinir dengan baik. Hal ini diakibatkan karena lemahnya kontrol pemerintah pusat terhadap daerah tersebut. Keadaan seperti ini adalah masalah lainnya dalam bidang pendidikan.
Keterkaitan antar masalah ini akan berdampak kepada keadaan pendidikan Indonesia.
2.2.3 Permasalahan Pembelajaran
Pelaksanaan kegiatan belajar adalah sesuatu yang sangat penting dalam dunia pendidikan. Dalam kegiatan belajar formal ada dua subjek yang berinteraksi, Yaitu pengajar/pendidik (guru/dosen) dan peserta didik ( murid/siswa, dan mahasiswa).
Pada saat sekarang ini, kegiatan pembelajaran yang dilakukan cenderung pasif, dimana seorang pendidik selalu menempatkan dirinya sebagai orang yang serba tahu. Hal ini akan menimbulkan kejengahan terhadap peserta didik. Sehingga pembelajaran yang dilakukan menjadi tidak menarik dan cenderung membosankan. Kegiatan belajar yang terpusat seperti ini merupakan masalah yang serius dalam dunia pendidikan.
Guru / dosen yang berpandangan kuno selalu menganggap bahwa tugasnya hanyalah menyampaikan materi, sedangakan tugas siswa/mahasiswa adalah mengerti dengan apa yang disampaikannya. Bila peserta didik tidak mengerti, maka itu adalah urusan mereka. Tindakan seperti ini merupakan suatu paradigma kuno yang tidak perlu dipertahankan.
Dalam hal penilaian, Pendidik menempatkan dirinya sebagai penguasa nilai. Pendidik bisa saja menjatuhkan, menaikan, mengurangi dan mempermainkan nilai perolehan murni seorang peserta didik. Pada satu kasus di pendidikan tinggi, dimana seorang dosen dapat saja memberikan nilai yang diinginkannya kepada mahasiswa tertentu, tanpa mengindahkan kemampuan atau skill yang dimiliki oleh mahasiswa tersebut. Proses penilaian seperti sungguh sangat tidak relevan.
2.3 Penanggulangan Masalah Pembelajaran
Penanggulangan masalah pembelajaran ini lebih diarahkan kepada pokok permasalahan pendidikan di atas.
2.3.1 Gaya Belajar
Untuk menanggulangi masalah pembelajaran ini, diperlukan pelaksanaan kegiatan belajar baru yang lebih menarik. Gaya belajar dapat dilakukan dalam 3 bentuk, dan dilaksanakan pada saat yang bersamaan. Yaitu belajar secara Somatis, Auditori dan Visual.
a. Somatis
Somatic bersal dari bahasa Yunani, yang berarti tubuh. Jadi belajar somatis dapat disebut sebagai balajar dengan menggunakan indra peraba, kinestetis, praktis, dan melibatkan fisik serta menggunakan dan menggerakkan tubuh sewaktu belajar. Dalam pelaksanaan kegiatan belajar pada saat ini otak merupkan organ tubuh yang paling dominan. Pembelajaran yang dilakukan seperti merupakan kegiatan yang sangat keliru.
Anak-anak yang bersifat somatis tidak akan mampu untuk duduk tenang. Mereka harus menggerakkan tubuh mereka untuk membuat otak dan pikiran mereka tetap hidup. Anak-anak seperti ini disebut sebagai “Hiperaktif“. Pada sejumlah anak, sifat hiperaktif itu normal dan sehat. Namun yang dijumpai pada anak-anak hiperaktif adalah penderitaan, dimana sekolah mereka tidak mampu dan tidak tahu cara memperlakukan mereka. Aktivitas anak-anak yang hiperaktif cenderung dianggap mengganggu, tidak mampu belajar dan mengancam ketertiban proses pembelajaran.
Dalam satu penelitian disebutkan bahwa “jika tubuhmu tidak bergerak, maka otakmu tidak beranjak“. Jadi menghalangi gaya belajar anak somatis dengan menggunakan tubuh sama halnya dengan menghalangi fungsi pikiran sepenuhnya. Mungkin dalam beberapa kasus, sistem pendidikan dapat membuat cacat belajar anak, dan bukan menggangu jalannya pembelajaran.
b. Auditori
Pikiran auditori lebih kuat dari yang kita sadari. Telinga terus menerus menangkap dan menyimpan informasi auditori, dan bahkan tanpa kita sadari. Begitu juga ketika kita berbicara, area penting dalam otak kita akan menjadi aktif.
Semua pembelajaran yang memiliki kecenderungan auditori, belajar dengan menggunakan suara dari dialog, membaca dan menceritakan kepada orang lain. Pada saat sekarang ini, budaya auditori lambat laun mulai menghilang. Seperti adanya peringatan jangan berisik di perpustakaan telah menekan proses belajar secara auditori.
c. Visual
Ketajaman visual merupakan hal yang sangat menonjol bagi sebagian peserta didik. Alasaannya adalah bahwa dalam otak seseorang lebih banyak perangkat untuk memproses informasi visual daripada semua indra yang lain.
Setiap orang yang cenderung menggunakan gaya belajar visual akan lebih mudah belajar jika mereka melihat apa yang dibicarakan olah guru atau dosen. Peserta didik yang belajar secara visual akan menjadi lebih baik jiak dapat melihat contoh dari dunia nyata, diagram, peta gagasan, ikon, gambar, dan gambaran mengenai suatu konsep pembahasan.
Peserta didik yang belajar secara visual ini, akan lebih baik jika mereka menciptakan peta gagasan, diagram, ikon dan gambar lainnya dengan kreasi mereka sendiri.
2.3.2 Gaya Mengajar
Pelaksanaan pembelajaran sangat ditunjang oleh keahlian pendidik dalam mengatur suasana kelasnya. Seringkali dalam proses penyampaian materi, pendidik langsung mengajar apa adanya. Ada pendidik yang tidak mau memikirkan cara menyampaikan materi pelajaran yang akan dibahasnya. Menyampaikan materi bukan hanya sekedar berbicara di depan kelas saja, tetapi suatu cara dan kemampuan untuk membawakan materi pelajaran menjadi suatu bentuk presentasi yang menarik, menyenangkan, mudah dipahami dan diingat oleh peserta didik. Dalam hal ini, komunikasi menjadi lebih penting. Dengan komunikasi seseorang bisa mengerti dengan apa yang dibicarakan.
Komunikasi yang efektif tidak berarti pasti dan harus dapat menjangkau 100%. Komunikasi yang efektif berarti mengerti dengan tanggung jawab dalam proses menyampaikan pemikiran, penjelasan, ide, pandangan dan informasi. Dalam komunikasi pembelajaran, sering dijumpai permasalahan, yaitu masalah mengerti dan tidak mengerti. Jika peserta didik tidak mengerti dengan apa yang disampaikan pendidik, maka tanggung jawab seorang pendidiklah untuk membuat mereka menjadi lebih mengerti.
Jika dulu pendidik dipandang sebagai sumber informasi utama, maka pada saat sekarang ini pandangan seperti itu perlu disingkirkan. Sumber-sumber informasi pada abad ini telah menimbulkan kelebihan informasi bagi setiap manusia di muka bumi ini. Informasi yang tersedia jauh lebih banyak dari yang dibutuhkan. Hal inilah yang menyebabkan peninjauan kembali terhadap gaya belajar masa kini.
Oleh karena itu peran utama seorang pendidik perlu diperbaharui. Peran pendidik seharusnya adalah sebagai fasilitator dan katalisator.
Peran guru sebagai fasilitator adalah menfasilitasi proses pembelajaran yang berlangsung di kelas. Dalam hal ini, peserta didik harus berperan aktif dan bertanggung jawab terhadap hasil pembelajaran. Karena sebagai fasilitator, maka posisi peserta didik dan pendidik adalah sama.
Sedangkan peran pendidik sebagai katalisator adalah dimana pendidik membantu anak-anak didik dalam menemukan kekuatan, talenta dan kelebihan mereka. Pendidik bergerak sebagai pembimbing yang membantu, mangarahkan dan mengembangkan aspek kepribadian, karakter emosi, serta aspek intelektual peserta didik. Pendidik sebagai katalisator juga berarti mampu menumbuhkan dan mengembangkan rasa cinta terhadap proses pembelajaran, sehingga tujuan pembelajran yang diinginkan dapat terjadi secara optimal.
Gaya mengajar seperti ini akan lebih bermanfaat dalam proses peningkatan mutu, kualitas, efektifitas dan efisiensi pendidikan.
BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Kesimpulan-kesimpulan yang dapat ditarik dari makalah ini adalah sebagai berikut.
1. Dalam usaha pemerataan pendidikan, diperlukan pengawasan yang serius oleh pemerintah. Pengawasan tidak hanya dalam bidang anggaran pendidikan, tetapi juga dalam bidang mutu, sarana dan prasarana pendidikan. Selain itu, perluasan kesempatan belajar pada jenjang pendidikan tinggi merupakan kebijaksanaan yang penting dalam usaha pemerataan pendidikan.
2. Pendidikan (dengan Bidang terkait) dalam usaha pengendalian laju pertumbuhan penduduk sangat diperlukan. Pelaksaaan program ini dapat ditingkatkan dengan mengakampanyekan program KB dengan sebaik-baiknya hingga pelosok negeri ini.
3. Pelaksanaan program belajar dan mengajar dengan inovasi baru perlu diterapkan. Hal ini dilakukan karena cara dan sistem pengajaran lama tidak dapat diterapkan lagi.
3.2 Saran
Adapun saran-saran dalam makalah permasalahan pendidikan ini adalah sebagai berikut.
1. Perlu dilakukan perubahan yang lebih mengarah pada kurikulum berbasis kompetensi, serta lebih adaptif terhadap perkembangan ilmu pengetahuan Dan teknologi, serta kebutuhan masyarakat pada saat ini.
2. Perlunya ditingkatkan kualitas pendidik dalam usaha Peningkatan mutu pendidikan. Hal ini dapat dilakukan dengan meggunakan metoda baru dalam pelaksanaan pembelajaran.
DAFTAR PUSTAKA
Anonim. 2012.masalah pendidikan. Diakses pada tanggal 19 desember2012. http://wordpress.com/2012/11/22/Metode Pemecahan Masalah.
http://kadekkotik.wordpress.com/2013/01/15Masalah pendidikan di indonesia/
http://file.upi.edu/Direktori/DUAL-
http://mengenal pendidikan.blogspot.com/2012/03/.html
http://huslein.blogspot.com/2012/10/contoh-makalah-dasar-dasar-pendidikan.html
kata motivasi albert einsten
Albert Einstein
Albert Einstein (lahir di Ulm, Kerajaan Württemberg, Kerajaan Jerman, 14 Maret 1879 – meninggal di Princeton, New Jersey, Amerika Serikat, 18 April 1955 pada umur 76 tahun) adalah seorang ilmuwan fisika teoretis yang dipandang luas sebagai ilmuwan terbesar dalam abad ke-20. Dia mengemukakan teori relativitas dan juga banyak menyumbang bagi pengembangan mekanika kuantum, mekanika statistika, dan kosmologi. Dia dianugerahi Penghargaan Nobel dalam Fisika pada tahun 1921 untuk penjelasannya tentang efek fotolistrik dan "pengabdiannya bagi Fisika Teoretis".
Setelah teori relativitas umum dirumuskan, Einstein menjadi terkenal ke seluruh dunia, pencapaian yang tidak biasa bagi seorang ilmuwan. Di masa tuanya, keterkenalannya melampaui ketenaran semua ilmuwan dalam sejarah, dan dalam budaya populer, kata Einstein Time. dianggap bersinonim dengan kecerdasan atau bahkan genius. Wajahnya merupakan salah satu yang paling dikenal di seluruh dunia. Albert Einstein, Tokoh Abad Ini (Person of the Century)Pada tahun 1999, Einstein dinamakan "Tokoh Abad Ini" oleh majalah Time.
Meski Albert Einstein sendiri pernah mengatakan, "Aku tidak punya bakat khusus. Aku hanyalah orang yang penasaran." namun nama "Einstein" sangat identik dengan kata "Jenius". Hampir tidak ada seorangpun yang menolak jika Einstein dikatakan sebagai prototipe manusia jenius.
Berikut berbagai pemikiran dan pendapat sang maskot ilmuwan modern.
Hakikatku adalah yang aku pikirkan, bukan apa yang aku rasakan
Selagi ada cinta tidak perlu ada lagi pertanyaan
Aku Berpikir terus menerus berbulan-bulan dan bertahun tahun, sembilan puluh sembilan kali dan kesimpulannya salah. Untuk yang keseratus aku benar.
Kalau mereka ingin menemuiku, aku ada disini. Kalau mereka ingin bertemu dengan pakaianku, bukalah lemariku dan tunjukkan pada mereka. (Ketika istrinya memintanya berganti untuk menemui Duta Besar Jerman)
Kebanyakan orang mengatakan bahwa kecerdasanlah yang melahirkan seorang ilmuwan besar. Mereka salah, karakterlah yang melahirkannya.
Tanda kecerdasan sejati bukanlah pengetahuan tapi imajinasi.
Imajinasi lebih berharga daripada ilmu pengetahuan. Logika akan membawa Anda dari A ke B. Imajinasi akan membawa Anda kemana-mana.
Tidak ada eksperimen yang bisa membuktikn aku benar, namun sebaliknya sebuah eksperimen saja bisa membuktikan aku salah.
Orang-orang seperti kita, yang percaya pada fisika, mengetahui bahwa perbedaan antara masa lalu, masa kini, dan masa depan hanyalah sebuah ilusi yang terus menerus ada.
Dunia ini adalah sebuah tempat yang berbahaya untuk didiami, bukan karena orang-orangnya jahat, tapi karena orang-orangnya tak perduli.
Mencari kebenaran lebih bernilai dibandingkan menguasainya.
Hidup itu seperti naik sepeda. Agar tetap seimbang, kau harus terus bergerak.
Sudah saatnya cita-cita kesuksesan diganti dengan cita-cita pengabdian.
Lebih mudah mengubah plutonium dari pada mengubah sifat jahat manusia.
Tidak ada yang lebih merusak martabat pemerintah dan hukum negeri dibanding meloloskan undang-undang yang tidak bisa ditegakkan.
Belajarlah dari masa lalu, hiduplah untuk masa depan. Yang terpenting adalah tidak berhenti bertanya.
Generasi-generasi yang akan datang akan kehilangan keyakinan bahwa manusia akan berjalan di muka bumi dengan darah dan daging.
Nilai manusia terletak pada apa yang bisa dia terima.
Kalau nilai 9 itu kesuksesan dalam kehidupan, maka nilai 9 sama dengan x ditambah y ditambah z. Bekerja adalah x, y adalah bermain, dan z adalah untuk berdiam diri.
Orang berjiwa besar akan selalu menghadapi perlawanan hebat dari orang-orang picik.
Barangsiapa yang tidak pernah melakukan kesalahan, maka dia tidak pernah mencoba sesuatu yang baru
Kecerdasan tidak banyak berperan dalam proses penemuan. Ada suatu lompatan dalam kesadaran, sebutlah itu intuisi atau apapun namanya, solusinya muncul begitu saja dan kita tidak tahu bagaimana atau mengapa.
Kebahagiaan dalam melihat dan memahami merupakan anugerah terindah alam.
Hanya ada dua cara menjalani kehidupan kita. Pertama adalah seolah tidak ada keajaiban. Kedua adalah seolah segala sesuatu adalah keajaiban.
Usaha pencarian kebenaran dan keindahan merupakan kegiatan yang memberi peluang bagi kita untuk menjadi kanak-kanak sepanjang hayat.
Hanya seseorang yang mengabdikan dirinya untuk suatu alasan dengan seluruh kekuatan dan jiwanya yang bisa menjadi seorang guru sejati. Dengan alasan ini penguasaan menuntut semuanya dari seseorang.
Kalau kau tidak bisa menjelaskannya dengan gamblang/sederhana, maka kau belum cukup memahaminya.
Di tengah-tengah kesulitan ada kesempatan.
Kita tidak bisa memecahkan masalah kita dengan pemikiran yang sama pada saat kita menciptakannya.
Ini sungguh mengejutkan bahwa teknologi telah melebihi kemanusiaan kita.
Rahasia dari kreativitas adalah mengetahui cara menyembunyikan sumber kreativitas kita itu.
arekploso24.blogspot.com/2011/10/kata-kata-bijak-albert-einstein.html
RPP SMP PESAWAT SEDERHANA
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
Satuan Pendidika : ……………………….
Mata Pelajaran : IPA
Kelas/Semester : VIII / 1
Materi Pokok : Rangka, otot, dan Pesawat Sederhana
Sub Materi : Pesawat Sederhana
Alokasi Waktu : 5 Jam Pelajaran ( 2 TM )
A. KOMPETENSI INTI
1. Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya.
2. Menghargai dan menghayati perilaku jujur, disiplin, tanggungjawab, peduli (toleransi, gotong royong), santun, percaya diri, dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam dalam jangkauan pergaulan dan keberadaannya.
3. Memahami pengetahuan (faktual, konseptual, dan prosedural) berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya terkait fenomena dan kejadian tampak mata
4. Mencoba, mengolah, dan menyaji dalam ranah konkret (menggunakan, mengurai, merangkai, memodifikasi,dan membuat) dan ranah abstrak (menulis, membaca, menghitung, menggambar, dan mengarang) sesuai dengan yang dipelajari di sekolah dan sumber lain yang sama dalam sudut pandang/teori.
B. KOMPETENSI DASAR
1.1 Mengagumi keteraturan dan kompleksitas ciptaan Tuhan tentang aspek fisik dan kimiawi,kehidupan dalam ekosistem,dan peranan manusia dalam lingkungan serta mewujudkannya dalam pengamalan ajaran agama yang dianutnya
2.1 Menunjukkan perilaku ilmiah (memiliki rasa ingin tahu; objektif; jujur; teliti;cermat; tekun; hati-hati; bertanggung jawab; terbuka; kritis; kreatif; inovatif dan peduli lingkungan) dalam aktivitas sehari-hari
2.2 Menghargai kerja individu dan kelompok dalam aktivitas sehari-hari sebagai wujud implementasi melaksanakan percobaan dan melaporkan hasil percobaan.
3.5 Mendeskripsikan kegunaan pesawat sederhana dalam kehidupan sehari-hari dan hubungannya dengan kerja otot pada struktur rangka manusia.
Indikator
1. Mengidentifikasi jenis pesawat sederhana yg terdapat di sekitar peserta didik yang meliputi pengungkit, katrol, bidang miring dan roda berporos.
2. Menjelaskan kegunaan pesawat sederhana dalam kehidupan sehari-hari
4.5 Melakukan penyelidikan tentang keuntungan mekanik pada pesawat sederhana
Indikator
1. Melakukan penyelidikan tentang Keuntungan Mekanis pesawat sederahana
C. TUJUAN PEMBELAJARAN
Pertemuan 4
1. Melalui kajian tentang pesawat sederhana pada Buku Siswa IPA kelas VIII dan diskusi peserta didik dapat mengidentifikasi jenis dan manfaat pesawat sederhana yg ada di lingkungan peserta didik dengan benar
2. Peserta didik terampil melakukan penyelidiki Keuntungan Mekanis pengungkit sesuai dengan prosedur
3. Melalui praktikum identifikasi keuntungan mekanik pengungkit, peserta didik mampu mengembangkan penerapan prinsip keuntungan mekanik pada katrol, bidang miring, dan roda dengan tepat
5. Menjelaskan keterkaitan prinsip kerja pesawat sederhana dengan prinsip kerja otot dan rangka manusia
D. MATERI PELAJARAN
Pesawat sederhana adalah yang dapat digunakan untuk mempermudah pekerjaan manusia.
a. Pengungkit
Sistem kerja pengungkit terdiri atas 3 bagian : beban, titik tumpu, dan kuasa.
Keuntungan mekanis tuas merupakan perbandingan antara lengan kuasa dengan lengan beban. Secara matematis dapat dirumuskan:
Keterangan:
F = gaya (N) LB = lengan beban (m)
w = berat beban (N) LK = lengan kuasa (m)
Berdasarkan posisi sistem kerja pengungkit dibagi 3:
1. Pengungkit jenis pertama bila posisi titik tumpu terletak diantara kuasa dan beban
2. Pengungkit jenis kedua bila posisi beban terletak diantara titik tumpu dan kuasa
3. Pengungkit jenis ketiga bila posisi kuasa diantara titik tumpu dan beban
b. Katrol
Katrol dapat dibedakan menjadi :
1. Katrol tunggal. Keuntungan mekanik katrol tunggal adalah 1
2. Katrol bebas. Keuntungan mekanik katrol bebas adalah 2
3. Katrol majemuk. Keuntungan mekanik katrol majemuk sama dengan jumlah tali yang menyokong benda
c. Bidang Miring
Keuntungan mekanik bidang miring dapat dihitung dengan membagi panjang lengan kuasa dengan panjang lengan beban
s : panjang bidang miring (m)
h : tinggi bidang miring (m)
d. Roda Berporos.
Roda dan poros merupakan pesawat sederhana yang terdiri atas sebuah roda berputar yang dihubungkan dengan sebuah poros yang dapat berputar bersama-sama.
Roda dan poros merupakan pesawat sederhana yang berfungsi memperbesar kecepatan dan gaya. Keuntungan mekanis yang diperoleh dari roda dan poros dapat dihitung dengan menggunakan persamaan berikut:
KM = Jari-jari roda/jari-jari poros
E. PENDEKATAN/STRATEGI/METODE PEMBELAJARAN
1. Pendekatan : Saintifik
2. Metode : Diskusi dan Eksperimen
3. Model : Discovery Learning
F. Media, Alat, dan Sumber Pembelajaran
1. Media
Papan tulis, LCD, dan komputer
2. Alat/Bahan
a. Beberapa pesawat sederhana yang ada di sekitar peserta didik: ( gunting, tang, steples, penjepit baju, pinset, pengerek bendera dsb)
b. Alat dan bahan percobaan mengidentifikasi KM pengungkit
Satu batang kayu , penyangga dan lima buah beban dengan berat masing-masing sama.
3. Sumber Belajar
a. Lingkungan sekitar peserta didik
b. LKS mengidentifikasi KM pengungkit
c. Buku Siswa IPA SMP Kelas VIII Puskurbuk 2013
G. KEGIATAN PEMBELAJARAN
Pertemuan ke 4 ( 2 JP )
Kegiatan Langkah2 Pembelajaran Diskripsi Kegiatan Alokasi Waktu
Pendahuluan apersepi dan motivasi
menyampaika n tujuan & kegiatan pembelajran Guru mengingatkan tugas pertemuan sebelumnya yaitu membaca materi pesawat sederhana pada Buku Siswa IPA Klas VIII halaman 38 dan mengidentifikasi minimal 10 macam alat yang termasuk pesawat sederhan yang ada di rumah.
guru bertanya alat apa yang digunakan untuk memotong kuku dan bagaimana jika memotong kuku tanpa bantuan alat?, bagaimana jika mencabut paku di pohon tanpa bantuan alat? dsb
Guru menyampaikan tujuan pembelajaran, cakupan materi (mengidentifikasi pesawat sederhana dan keuntungan mekanik pengungkit), dan kegiatan yang akan dilaksanakan
10 menit
Kegiatan Inti Stimulation (Pemberian rangsangan)
Problem statemen (pertanyaan/identifikasi masalah)
Data collection (pengumpulandata)
Data processing (pengolahan Data)
Verification (pembuktian)
Generalization (menarik kesimpulan/generalisasi)
guru menunjukkan beberapa contoh pesawat sederhana yang ada dilingkungan peserta didik dan meminta mengamati pesawat sederhana tsb.
peserta didik menyebutkan manfaat masing-masing alat. Contoh :
Guru memberikan kesempatan pada peserta didik untuk mengidentifikasi sebanyak mungkin masalah yang berkaitan dengan pesawat sederhana sampai peserta didik dapat berpikir dan bertanya, contohnya:
Ada berapa jenis pesawat sederhana
Bagaimana menghitung keuntungan mekanik alat tsb
peserta didik mengumpulkan informasi yang relevan untuk menjawab pertanyaan yang telah diidentifikasi melalui:
membaca buku tentang pesawat sederhana di Buku IPA Bab 2 hal 38 untuk mengidentifikasi manfaat pesawat sederhana dan jenis pesawat sederhana
melakukan percobaan untuk mengidentifikasi keuntungan mekanik pengungkit
Mencatat data hasil pengamatan pada kolom yang tersedia pada lembar kegiatan ayo kita coba pada halaman 59 buku siswa IPA
Dari percobaan ini peserta didik akan mengumpulkan informasi tentang besar gaya kuasa, panjang lengan kuasa, besar berat beban , panjang lengan beban, besarnya Keuntungan Mekanik pada pengungkit
Peserta didik dalam kelompoknya mengolah data hasil pengamatan dengan cara:
mendiskusikan manfaat pesawat sederhana
mengidentifikasi jenis pesawat sederhana memperhatikan pertanyaan-pertanyaan pada lembar kegiatan
mengidentifikasi keuntungan mekanik pengungkit
melakukan verifikasi hasil pengolahan data dengan data-data pada buku siswa
Peserta didik mempresentasikan hasil
Peserta didik menyimpulkan hasil percobaan dan diskusi misalnya dengan cara:
Menyebutkan manfaat pesawat sederhana dalam kehidupan
Menyebutkan jenis pesawat sederhana ,
Mengidentifikasi keuntungan mekanik pengungkit,
Menyimpulkan persamaan keuntungan mekanik pesawat sederhana
Mengidentifikasi pesawat sederhana yang ada dirumah baik manfaat maupun jenisnya
Menentukan besar keuntungan mekanis pesawat sederhana pada pengungkit jenis yang lain 50 menit
Penutup Peserta didik dan guru mereview hasil kegiatan pembelajaran
Guru memberikan penghargaan pujian kepada peserta didik yang berkinerja baik.
Guru memberi kesempatan peserta didik yang ingin bertanya
Peserta didik menjawab pertanyaan sebagai penguatan
guru memberikan tugas pengayaan
Guru menyampaikan materi dipertemuan yang akan datang yaitu penerapan prinsip pesawat sederhana pada otot dan rangka manusia 20 menit
H. PENILAIAN
1. Jenis/teknik penilaian
- Penilaian sikap : Pengamatan
Penilaian diri
- Penilaian pengetahuan : Penugasan
Tes tertulis
- Penilaian ketrampilan : Tes praktik
2. Bentuk instrumen dan instrumen
a. Bentuk instrumen
- lembar pengamatan sikap
- lembar penialian diri
- Uraian tugas rumah
- Soal tes tulis uraian
- Lembar penilaian kinerja
b. Instrumen
Instrumen pengamatan sikap
Lembar Pengamatan
Mata Pelajaran : IPA
Kelas/Semester : VIII / Gasal
Tanggal Pengamatan : ............................................................................
Materi : Jenis dan keuntungan Mekanis Pesawat Sederhana
Petunjuk:
Berilah tanda cek (√) pada kolom skor sesuai sikap jujur, teliti, bertanggung jawab, dan kerjasama yang ditunjukkan oleh peserta didik dalam kegiatan percobaan.
No Nama Aspek Pengamatan Jml Skor Nilai Predikat
jujur teliti bertanggung Jwb kerja sama
1.
2.
Dst
Keterangan Pengisian
Aspek Pengamatan Skor Kriteria
Jujur 4 selalu melaporkan data apa adanya sesuai fakta
3 sering melaporkan data apa adanya sesuai fakta
2 kadang-kadang melaporkan data apa adanya sesuai fakta
1 tidak pernah melaporkan data apa adanya sesuai fakta
Teliti 4 selalu melaksanakan praktikum sesuai dengan langkah yang
ditetapkan
3 sering melaksanakan praktikum sesuai dengan langkah yang
ditetapkan
2 kadang-kadang melaksanakan praktikum sesuai dengan langkah yang
ditetapkan
1 tidak pernah melaksanakan praktikum sesuai dengan langkah yang ditetapkan
Bertanggung jawab 4 selalu mengembalikan barang yang dipinjam seperti semula
3 sering mengembalikan barang yang dipinjam seperti semula
2 kadang-kadang mengembalikan barang yang dipinjam seperti semula
1 tidak pernah mengembalikan barang yang dipinjam seperti semula
Kerja sama 4 selalu bekerja sama dalam mengikuti kegiatan dengan teman satu kelompok
3 sering bekerja sama dalam menyelesaikan kegiatan dengan teman satu kelompok
2 kadang-kadang bekerja sama dalam mengikuti kegiatan dengan teman satu kelompok
1 tidak pernah bekerja sama dalam mengikuti kegiatan dengan teman satu kelompok
Nilai = x 100
Predikat :
Sangat Baik : apabila memperoleh nilai : 80 ≤ skor ≤ 100
Baik : apabila memperoleh nilai : 70 ≤ skor ≤ 79
Cukup : apabila memperoleh nilai : 60 ≤ skor ≤ 69
Kurang : apabila memperoleh nilai : < 60
Penilaian Diri
LEMBAR PENILAIAN DIRI
Petunjuk :
- Bacalah pernyataan yang ada dalam kolom dengan teliti
- Berilah tanda cek (√) sesuai dengan kondisi dan keadaan anda dalam mengikuti pembelajaran IPA
Nama Peserta Didik : .................................................................
Kelas : ................................................................
Tanggal Pengamatan : ...............................................................
Materi Pokok : ..............................................................
No Pernyataan Selalu sering Kadang-kadang Tdk pernah
1 Saya melaporkan data apa adanya sesuai fakta
2 Saya melaksanakan praktikum sesuai dengan langkah yang ditetapkan
3 Saya mengembalikan barang yang dipinjam seperti semula
4 bekerja sama dalam mengikuti kegiatan dengan teman satu kelompok
REKAPITULASI PENILAIAN DIRI
Mata Pelajaran : .................................................
Topik/Tema : .................................................
Kelas : ................................................
No Nama Skor Jml Skor Nilai
1 2 3 4
1
2
dst
Keterangan :
Selalu = skor 4 Kadang-kadang = skor 2
Sering = skor 3 Tidak pernah = skor 1
Nilai = x 100
Instrumen Penugasan
Kelas/Semester : VIII / Gasal
Tanggal Kegiatan : ............................................................................
Materi : Jenis dan keuntungan Mekanis Pesawat Sederhana
Tugas : Bacalah materi tentang pesawat sederhana pada Buku Siswa Ilmu Pengetahuan Alam Kelas VIII untuk mengidentifikasi pesawat sederhana yang ada di rumah (minimal 10 contoh). Catatlah hasilnya di buku IPA
Rubrik Penilaian
No Kriteria Penilaian Skor
1 menyebutkan contoh alat pengungkit yang ada dirumah 5
2 menyebutkan jenis pengungkit pada contoh alat yang ada dirumah 5
3 menyebutkan contoh alat jenis katrol yang ada dirumah 5
4 menyebutkan contoh alat jenis bidang miring yang ada dirumah 5
5 menyebutkan contoh alat jenis roda berporos yang ada dirumah 5
6 menyebutkan manfaat masing-masing alat 5
Jumlah Skor
skor maksimum 30
Nilai = jml skor / skor maksimum x 100
Instrumen tes tertulis
1. Indikator : Diberikan gambar salah satu pengungkit , peserta didik menentukan jenis dan contoh pengungkit lain yang sejenis
Soal : Cermati gambar pengungkit. Menurut posisi beban, titik tumpu, dan kuasa tentukan jenis pengungkit dan sebutkan 3 contoh alat yang sejenis dengan pengungkit berikut.
2. Indikator : diberikan beberapa gambar katrol, peserta didik menentukan keuntungan mekanik masing-masing katrol
Soal : Tentukan keuntungan mekanik masing-masing katrol berikut.
3. Indikator : diberikan beberapa contoh penggunaan pengungkit, peserta didik menentukan teknik yang paling menguntungkan beserta alasannya
Soal : Perhatikan gambar berikut.
Gambar manakah yang paling mudah untuk mengangkat batu? Berikan alasanmu!
4. Indikator : peserta didik menentukan besar gaya kuasa sebuah bidang miring jika berat benda, panjang dan tinggi bidang miring diketahui
Soal : Sebuah batu besar seberat 1.800 N akan dipindahkan dengan menggunakan bidang miring yang tingginya 1m dan sepanjang 5 m. Tentukan besar gaya kuasa yang diperlukan
5. Indikator : Peserta didik diminta menyebutkan contoh pekerjaan sehari-hari yang menggunakan pesawat sederhana beserta manfaat dan jenisnya
Soal : Berilah contoh-contoh 5 apat yang menggunakan prinsip pesawat sederhana beserta manfaat dan jenisnya!
Kunci jawaban dan pedoman penskoran
No Uraian skor
1 Tuas jenis kedua: posisi beban terletak diantara kuasa dan titik tumpu
contoh : gerobak dorong, pemecah kemiri, pembuka tutup botol, pemotong kertas 2
3
2 a. KM = 1, b. KM = 2 , c. KM = 4, c. KM = 2 5
3 Gambar yang paling mudah untuk mengangkat batu adalah gambar 1 karena jarak beban dekat dengan titik tumpu sehingga keuntungan mekanisnya paling besar. 5
4 D1. W = 1800 N , s = 5 m , h = 1 m
D2. F........?
D3. W x h = F x s
F = W x h / s
F = 1800 N x 1 m/5 m
F = 160 N 5
5 gunting untuk memotong kertas tuas jenis 1
Tang untuk mencabut paku tuas jenis 1
roda sepeda meringankan mengayuh sepeda roda berporos
pisau untuk memotong benda bidang miring
sekrup untuk mengaitkan benda bidang miring 5
Tes Praktik
LEMBAR PENILAIAN KINERJA
Petunjuk:
Berilah tanda cek (√) pada kolom skor sesuai yang ditunjukkan oleh peserta didik dalam kegiatan percobaan.
Kelas : ...............................................................................
Kelompok : .................................................................................
Nama Anggota : 1........................................................ 4...........................................................
2.......................................................... 5............................................................
3.......................................................... 6...........................................................
No Indikator Skor
3
Baik 2
Cukup 1
Kurang
1 Menyiapkan alat dan bahan
2 melakukan praktik
3 menuliskan hasil pengamatan
4 menafsirkan hasil pengamatan
5 mempresentasikan hasil praktikum
jumlah skor
skor maksimum
nilai = jml skor/skor maksimum x 100
Rubrik Penilaian
No Indikator Rubrik
1 Menyiapkan alat dan bahan 3. Menyiapakan seluruh alat dan bahan yang diperlukan.
2. Menyiapakan sebagian alat danbahan yang diperlukan.
1. Tidak menyiapakan seluruh alat dan bahan yang diperlukan
2 melakukan praktik 3. Mampu melakukan praktik dengan menggunakan seluruh prosedur yang ada.
2. Mampu melakukan praktik dengan menggunakan sebagian prosedur yang ada.
1. Tidak mampu melakukan praktik dengan
3 menuliskan hasil pengamatan 3. menulis hasil pengamatan dengan benar dan lengkap
2. menulis hasil pengamatan dengan benar dan tapi kurang lengkap
1. menulis hasil pengamatan namun kurang lengkap dan tidak benar
4 menafsirkan hasil pengamatan 3. Mampu memberikan penafsiran benar secara substantif.
2. Mampu memberikan penafsiran kurang benar secara substantif.
1. Tidak mampu memberikan penafsiran benar secara substantif.
5 mempresentasikan hasil praktikum 3. Mampu mempresentasikan hasil praktik dengan benar secara substantif, bahasa mudah dimengerti, dan disampaikan secara percaya diri.
2. Mampu mempresentasikan hasil praktik dengan benar secara substantif, bahasa mudah dimengerti, dan disampaikan kurang percaya diri.
1. Mampu mempresentasikan hasil praktik dengan benar secara substantif, bahasa sulit dimengerti, dan disampaikan tidak percaya diri.
Nilai = x 100
LEMBAR KERJA SISWA
Ayo kita lakukan
Keuntungan Mekanis Pengungkit
A. Tujuan
Menentukan keuntukan mekanis pengungkit
B. Alat dan Bahan
Satu batang kayu,
penyangga
lima buah beban dengan berat masing-masing sama.
C. Langkah Kerja
1. Susunlah alat seperti gambar.
2. Ulangi langkah 1 dengan memvariasi beban dan panjang lengan, tetapi posisi batang kayu harus seimbang.
3. Tulis hasil percobaan pada tabel berikut. Buatlah tabel ini di buku tugasmu!
No L1 L2 W1 W2 L1 x W1 L2 x W2
1
2
3
4
4. Tuliskan kesimpulanmu
...................................................................................................................................................................
...................................................................................................................................................................
...................................................................................................................................................................
Soal Pengayaan
Kalian telah melakukan percobaan identifikasi keuntungan mekanik pengungkit, kembangkan keuntungan mekanik pesawat sederhana yang lain
ppt gerak lurus
<iframe src="https://www.slideshare.net/slideshow/embed_code/key/xh8b1xEP0rGfJ9" width="476" height="400" frameborder="0" marginwidth="0" marginheight="0" scrolling="no"></iframe>
RPP SMP ALAT OPTIK
Rencana Pelaksanaan Pembelajaran
(RPP)
Mata
Pelajaran : IPA Terpadu
Kelas/Semester : VIII/II
Materi
Pokok : Mata sebagai Alat
Optik
Alokasi Waktu : 2x40 menit
A.
Kompetensi
Inti
1. Menghargai dan menghayati ajaran agama yang dianutnya.
2. Menghargai dan menghayati perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, peduli
(toleransi, gotong royong), santun, percaya diri, dalam berinteraksi secara
efektif dengan lingkungan sosial dan alam dalam jangkauan pergaulan dan
keberadaannya.
3. Memahami pengetahuan (faktual, konseptual, dan prosedural) berdasarkan rasa
ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya terkait
fenomena dan kejadian tampak mata.
4. Mencoba, mengolah, dan menyaji dalam ranah kongkret(menggunakan,
mengurai, merangkai, memodifikasi, dan membuat) dan ranah abstrak (menulis,
membaca, menghitung, menggambar, dan mengarang) sesuai dengan yang dipelajari
di sekolah dan sumber lain yang sama dalam sudut pandang/teori.
B.
Kompetensi
Dasar dan Indikator
1.1 Mengagumi
keteraturan dan kompleksitas ciptaan Tuhan tentang aspek fisik dan kimiawi,
kehidupan dalam ekosistem, dan peranan manusia dalam lingkungan serta
mewujudkannya dalam pengamalan ajaran agama yang dianutnya
2.1 Menunjukkan
perilaku ilmiah dalam aktivitas sehari-hari sebagai wujud implementasi sikap
dalam melakukan pengamatan, percobaan dan/atau berdiskusi.
3.6 Mendeskripsikan sifat-sifat cahaya,
pembentukan bayangan, serta aplikasinya untuk menjelaskan penglihatan manusia,
struktur mata pada hewan, dan prinsip kerja alat optik.
Indikator:
1) Menjelaskan
proses pembentukan bayangan pada mata manusia.
2) Menjelaskan
kegunaan bagian-bagian mata.
3) Menguraikan
daya akomodasi mata.
4) Menjelaskan
penyebab kelainan-kelainan pada mata dan
cara mengatasinya.
4.5 Membuat
laporan hasil penyelidikan tentang pembentukan bayangan pada cermin dan lensa.
Indikator:
1) Menyajikan
laporan sederhana hasil pengamatan pembentukan bayangan pada model mata manusia.
2) Melakukan
tes mata menggunakan charta alat tes.
C.
Tujuan
Pembelajaran
1) Setelah
pembelajaran, siswa dapat menjelaskan proses pembentukan bayangan pada mata
manusia dengan benar.
2) Setelah
pembelajaran, siswa dapat menjelaskan kegunaan bagian-bagian mata dengan benar.
3) Setelah
pembelajaran, siswa dapat menguraikan daya akomodasi mata dengan benar.
4) Setelah
pembelajaran, siswa dapat menjelaskan penyebab kelainan-kelainan pada mata dan cara mengatasinya dengan benar.
5) Setelah
pembelajaran siswa dapat, menyajikan laporan sederhana hasil pengamatan
pembentukan bayangan pada model mata manusia dengan benar.
6) Setelah
pembelajaran, siswa dapat melakukan tes mata menggunakan charta alat tes.
D.
Materi
Pembelajaran
Mata sebagai alat optik dan indera
meliputi:
a.
Fungsi bagian-bagian mata
Mata adalah organ penglihatan yang mendeteksi cahaya. Yang dilakukan mata
yang paling sederhana tak lain hanya mengetahui apakah lingkungan sekitarnya
adalah terang atau gelap. Organ mata terdiri atas organ
luar dan dalam.
1.
Organ luar
a.
Bulu mata
Bulu mata,adalah bagian dari kelopak mata yang berupa helaian
rambut-rambut. Rambut-rambut ini berfungsi untuk melindungi supaya debu,
keringat atau air yang menetes dari dahi tidak masuk ke mata.
b.
Alis mata
Alis mata pada sebagian besar mamalia berupa bagian yang sedikit menonjol
sedikit di atas kedua belah kelopak mata dan mempunyai sedikit rambut halus.
Alis mata berfungsi sebagai pelindung mata yang peka dari tetesan keringat yang
jatuh dari bagian dahi, air hujan, atau sinar matahari yang berlebihan.
c.
Kelopak mataKelopak mata adalah lipatan kulit yang lunak yang menutupi dan melindungi
mata.
2.
Organ dalam
a.
Sklera (bagian putih mata) : Merupakan lapisan luar mata yang berwarna putih dan relatif kuat.
b.
Konjungtiva : selaput tipis yang melapisi bagian dalam
kelopak mata dan bagian luar sklera.
c.
Kornea : struktur transparan yang menyerupai kubah,
merupakan pembungkus dari iris, pupil dan bilik anterior serta membantu
memfokuskan cahaya.
d.
Pupil : daerah hitam di
tengah-tengah iris.
e.
Iris : jaringan berwarna yang berbentuk cincin,
menggantung di belakang kornea dan di depan lensa; berfungsi mengatur jumlah
cahaya yang masuk ke mata dengan cara merubah ukuran pupil.
f.
Lensa : struktur cembung ganda yang tergantung diantara humor aqueus dan
vitreus; berfungsi membantu memfokuskan cahaya ke retina.
g.
Retina : lapisan jaringan peka cahaya yang terletak di
bagian belakang bola mata; berfungsi mengirimkan pesan visuil melalui saraf
optikus ke otak.
h.
Saraf
optikus : kumpulan jutaan serat
saraf yang membawa pesan visuil dari retina ke otak.
b. Daya Akomodasi Mata
Daya akomodasi (daya suai) adalah kemampuan otot siliar untuk menebalkan
atau memipihkan kecembungan lensa mata yang disesuaikan dengan dekat atau
jauhnya jarak benda yang dilihat. Manusia memiliki dua batas daya akomodasi
(jangkauan penglihatan) yaitu :
1.
Titik dekat mata (punctum proximum) adalah jarak
benda terdekat di depan mata yang masih dapat dilihat dengan jelas. Untuk mata
normal (emetropi) titik dekatnya berjarak 10cm s/d 20cm (untuk anak-anak) dan
berjarak 20cm s/d 30cm (untuk dewasa). Titik dekat disebut juga jarak baca
normal.
2.
Titik jauh mata (punctum
remotum) adalah jarak benda terjauh di depan mata
yang masih dapat dilihat dengan jelas. Untuk mata normal titik jauhnya adalah
“tak terhingga”.
c.
Proses
pembentukan bayangan pada mata manusia
Cahaya yang masuk melalui kornea diteruskan ke pupil. Iris mengatur jumlah
cahaya yang masuk dengan cara membuka dan menutup, seperti halnya celah pada
lensa kamera. Jika lingkungan di sekitar gelap, maka cahaya yang masuk akan
lebih banyak; jika lingkungan di sekitar terang, maka cahaya yang masuk menjadi
lebih sedikit. Ukuran pupil dikontrol oleh otot sfingter pupil, yang membuka
dan menutup iris. Lensa terdapat di belakang iris. Dengan merubah
bentuknya, lensa memfokuskan cahaya ke retina. Jika mata memfokuskan pada objek
yang dekat, maka otot silier akan berkontraksi, sehingga lensa menjadi lebih
tebal dan lebih kuat. Jika mata memfokuskan pada objek yang jauh, maka otot
silier akan mengendur dan lensa menjadi lebih tipis dan lebih lemah. Retina
mengandung saraf-saraf cahaya dan pembuluh darah. Bagian retina yang paling
sensitif adalah makula, yang memiliki ratusan ujung saraf. Banyaknya ujung
saraf ini menyebabkan gambaran visuil yang tajam. Retina mengubah gambaran
tersebut menjadi gelombang listrik yang oleh saraf optikus dibawa ke
otak. Saraf optikus menghubungkan retina dengan cara membelah jalurnya.
Sebagian serat saraf menyilang ke sisi yang berlawanan pada kiasma optikus
(suatu daerah yang berada tepat di bawah otak bagian depan). Kemudian sebelum
sampai ke otak bagian belakang, berkas saraf tersebut akan bergabung kembali.
d. Kelainan pada mata
1.
Miopi
Miopi yakni seseorang yang tidak dapat melihat benda yang berjarak jauh.
Biasanya terjadi pada pelajar.dapat dibantu dengan kacamata berlensa cekung.
2.
Hipermetropi
Hipermetropi yaitu seseroang yang tidak dapat melihat benda yang berjarak
dekat dari mata. Dapat dibantu dengan kacamata berlensa cembung.
3.
Presbiopi
Presbiopi adalah seseorang yang tidak dapat melihat benda yang berjarak
dekat maupun berjarak jauh. Dapat dibantu dengan kacamata berlensa rangkap.
Biasa terjadi pada lansia.
4.
Buta warna
Buta warna adalah suatu kondisi dimana seseorang sama sekali tidak dapat
membedakan warna. Yang dapat dilihat hanyalah warna hitam, abu-abu, dan putih.
Buta warna biasanya merupakan penyakit turunan. Artinya jika seseorang buta
warna, hampir pasti anaknya juga buta warna.
5.
Katarak
Katarak adalah suatu penyakit mata di mana lensa mata menjadi buram karena
penebalan Lensa Mata dan terjadi pada orang lanjut usia (lansia).
6.
Astigmatis
Ketidakaturan lengkung - lengkung permukaan bias mata yang berakibat cahaya
tidak fokus pada retina.
E.
Pendekatan,
Model, dan Metode
Pendekatan : Scientific
Model : Discovery
Learning
Metode : Ceramah,
diskusi, dan tanya jawab
F.
Media,
alat, dan sumber Pembelajaran
Media : Power
Point, gambar, dan kacamata
Alat : Laptop
dan Lks
Sumber : Buku
Mari Belajar IPA SMP/MTS Kelas VIII. Wariyono, S. 2008. Pusat Perbukuan
Departemen Pendidikan Nasional.
G.
Langkah-Langkah
Proses Pembelajaran
|
Kegiatan
|
Langkah-Langkah Model Pembelajaran Discovery
Learning
|
Deskripsi Kegiatan
|
Alokasi waktu
|
|
Pendahuluan
|
1. Pemberian
Rangsangan
|
· Guru
melakukan pemusatan perhatian dengan mengucapkan salam dan peserta didik
menjawab dengan santun.“Selamat pagi anak-anak, bagaimana kabar pagi ini?”
· Sebelum
pelajaran dimulai, peserta didik berdoa terlebih dahulu “ Anak-anak sebelum
pelajaran dimulai kita membaca doa menurut kepercayaan masing-masing.”
· Praktikan
memotivasi dan memusatkan perhatian siswa dengan menampilkan gambar lilin dan
mata manusia
|
10
menit
|
|
Kegiatan
Inti
|
2. Identifikasi masalah
|
·
Guru memberikan kesempatan kepada
peserta didik untuk mengidetifikasi sebanyak mungkin masalah yang berkaitan
dengan gambar lilin menyala dan mata manusia sampai peserta didik dapat berpikir
dan menuliskanpertanyaan.
1.
Apa kaitan antara mata dan
lilin meyala (cahaya)?
2.
Apa sajakah bagian-bagian mata?
3.
Bagaimana proses pembentukan
bayangan pada mata manusia?
4.
Apa itu daya akomodasi mata?
5.
Apa saja kelainan
pada mata?
|
60
menit
|
|
|
2. Pengumpulan
data
|
·
Pada tahap ini
peserta didik mengumpulkan informasi yang relevan untuk menjawab pertanyaan
yang teah diidentifikasi dahulu dengan cara mencari dalam buku sumber.
|
|
|
|
3.
Pengolahan data
|
·
Pada tahap ini
peserta didik dalam kelompoknya berdiskusi untuk menjawab pertanyaan yang
telah diajukan
|
|
|
|
4. Pembuktian
|
· Pada
tahap verivikasi, peserta didik mendiskusikan hasil pengolahan data dan
menverifikasikan hasil identifikasinya dengan data-data pada buku sumber.
Misalnya dengan cara melakukan asosiasi data dengan data-data pada buku
siswa, apakah sudah benar dari pertanyaan Apa kaitan
antara mata dan lilin meyala (cahaya)?Apa
sajakah bagian-bagian mata? Bagaimana proses pembentukan bayangan pada mata
manusia?Apa itu daya akomodasi mata?Apa saja kelainan
pada mata?
· Setelah
menjawab pertanyaan, peserta didik mempresentasekan hasil diskusi.kelompok.
|
|
|
Penutup
|
6.
Menarik kesimpulan
|
·
Guru dan peserta
didik membuat kesimpulan dan merefleksi hasil kerja kelompok “Anak-anak siapa
yang bisa menyimpulkan materi kita hari ini?” Siswa diharapkan mengacungkan
tangan. Setelah siswa menyimpulkan guru memberi respon positif dengan
mengatakan “bagus”.
·
Setelah siswa 1
menyimpulkan, guru meminta siswa lain untuk menjawab, “Ada yang lain?”
·
Guru memberikan tugas
rumah kepada peserta didik, “Anak-anak ada beberapa soal yang kalian harus
kerjakan dirumah antara lain:
1. Buatlah
skema atau gambaran singkat tentang pembentukan bayangan pada mata manusia.
2. Gambarlah
proses pembentukan bayangan pada penderita presbio”
|
10menit
|
H.
Penilaian
a. Metode dan Bentuk Instrumen
|
No.
|
ASPEK
|
TEKNIK PENILAIAN
|
BENTUK INSTRUMEN
|
|
1.
|
Keaktifan peserta didik (sikap)
|
Obsevase dan penilaian diri
|
Lembar pengamatan sikap dan rubrik
|
|
2.
|
Penilaian kogitif
|
Tes Tertulis
|
Tes Uraian
|
b.
Lembar Penilaian Siswa
|
No
|
Nama Peserta Didik
|
Rasa Ingin Tahu
|
Kerja Sama
|
Berkomunikasi Dengan Teman
|
Jumlah Skor
|
|
1
|
|
|
|
|
|
|
2
|
|
|
|
|
|
Kriteria:
· Skor
1 Jika tidak pernah mengemukakan pendapat dalam diskusi.
· Skor
2 jika kadang-kadang mengemukakan pendapat dalam diskusi.
· Skor
3 jika sering mengemukakan pendapat dalam diskusi.
· Skor
4 jika selalu mengemukakan pendapat dalam diskusi
Nilai
=
x
100
Langganan:
Postingan (Atom)