Senin, 15 Juni 2015

RPP SMP ALAT OPTIK



Rencana Pelaksanaan Pembelajaran
(RPP)

Sekolah                       : SMP
Mata Pelajaran          : IPA Terpadu
Kelas/Semester          : VIII/II
Materi Pokok             : Mata sebagai Alat Optik
Alokasi Waktu           : 2x40 menit
A.      Kompetensi Inti
1.    Menghargai dan menghayati ajaran agama yang dianutnya.
2.     Menghargai dan menghayati perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, peduli (toleransi, gotong royong), santun, percaya diri, dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam dalam jangkauan pergaulan dan keberadaannya.
3.     Memahami pengetahuan (faktual, konseptual, dan prosedural) berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya terkait fenomena dan kejadian tampak mata.
4.    Mencoba, mengolah, dan menyaji dalam ranah kongkret(menggunakan, mengurai, merangkai, memodifikasi, dan membuat) dan ranah abstrak (menulis, membaca, menghitung, menggambar, dan mengarang) sesuai dengan yang dipelajari di sekolah dan sumber lain yang sama dalam sudut pandang/teori.

B.       Kompetensi Dasar dan Indikator
1.1    Mengagumi keteraturan dan kompleksitas ciptaan Tuhan tentang aspek fisik dan kimiawi, kehidupan dalam ekosistem, dan peranan manusia dalam lingkungan serta mewujudkannya dalam pengamalan ajaran agama yang dianutnya
2.1     Menunjukkan perilaku ilmiah dalam aktivitas sehari-hari sebagai wujud implementasi sikap dalam melakukan pengamatan, percobaan dan/atau berdiskusi.
3.6  Mendeskripsikan sifat-sifat cahaya, pembentukan bayangan, serta aplikasinya untuk menjelaskan penglihatan manusia, struktur mata pada hewan, dan prinsip kerja alat optik.
Indikator:
1)   Menjelaskan proses pembentukan bayangan pada mata manusia.
2)   Menjelaskan kegunaan bagian-bagian mata.
3)   Menguraikan daya akomodasi mata.
4)   Menjelaskan penyebab kelainan-kelainan  pada mata dan cara mengatasinya.
4.5     Membuat laporan hasil penyelidikan tentang pembentukan bayangan pada cermin dan lensa.
Indikator:
1)       Menyajikan laporan sederhana hasil pengamatan pembentukan bayangan pada model mata manusia.
2)       Melakukan tes mata menggunakan charta alat tes.

C.      Tujuan Pembelajaran
1)   Setelah pembelajaran, siswa dapat menjelaskan proses pembentukan bayangan pada mata manusia dengan benar.
2)   Setelah pembelajaran, siswa dapat menjelaskan kegunaan bagian-bagian mata dengan benar.
3)   Setelah pembelajaran, siswa dapat menguraikan daya akomodasi mata dengan benar.
4)   Setelah pembelajaran, siswa dapat menjelaskan penyebab kelainan-kelainan  pada mata dan cara mengatasinya dengan benar.
5)   Setelah pembelajaran siswa dapat, menyajikan laporan sederhana hasil pengamatan pembentukan bayangan pada model mata manusia dengan benar.
6)   Setelah pembelajaran, siswa dapat melakukan tes mata menggunakan charta alat tes.

D.      Materi Pembelajaran
Mata sebagai alat optik dan indera meliputi:
a.        Fungsi bagian-bagian mata
Mata adalah organ penglihatan yang mendeteksi cahaya. Yang dilakukan mata yang paling sederhana tak lain hanya mengetahui apakah lingkungan sekitarnya adalah terang atau gelap. Organ mata terdiri atas organ luar dan dalam.
1.    Organ luar
a.        Bulu mata
Bulu mata,adalah bagian dari kelopak mata yang berupa helaian rambut-rambut. Rambut-rambut ini berfungsi untuk melindungi supaya debu, keringat atau air yang menetes dari dahi tidak masuk ke mata.
b.        Alis mata
Alis mata pada sebagian besar mamalia berupa bagian yang sedikit menonjol sedikit di atas kedua belah kelopak mata dan mempunyai sedikit rambut halus. Alis mata berfungsi sebagai pelindung mata yang peka dari tetesan keringat yang jatuh dari bagian dahi, air hujan, atau sinar matahari yang berlebihan.
c.         Kelopak mataKelopak mata adalah lipatan kulit yang lunak yang menutupi dan melindungi mata.
2.    Organ dalam
a.      Sklera (bagian putih mata) : Merupakan lapisan luar mata yang berwarna putih dan relatif kuat.
b.      Konjungtiva : selaput tipis yang melapisi bagian dalam kelopak mata dan bagian luar sklera.
c.       Kornea : struktur transparan yang menyerupai kubah, merupakan pembungkus dari iris, pupil dan bilik anterior serta membantu memfokuskan cahaya.
d.      Pupil : daerah hitam di tengah-tengah iris.
e.       Iris : jaringan berwarna yang berbentuk cincin, menggantung di belakang kornea dan di depan lensa; berfungsi mengatur jumlah cahaya yang masuk ke mata dengan cara merubah ukuran pupil.
f.       Lensa : struktur cembung ganda yang tergantung diantara humor aqueus dan vitreus; berfungsi membantu memfokuskan cahaya ke retina.
g.      Retina : lapisan jaringan peka cahaya yang terletak di bagian belakang bola mata; berfungsi mengirimkan pesan visuil melalui saraf optikus ke otak.
h.      Saraf optikus : kumpulan jutaan serat saraf yang membawa pesan visuil dari retina ke otak.

b.        Daya Akomodasi Mata
Daya akomodasi (daya suai) adalah kemampuan otot siliar untuk menebalkan atau memipihkan kecembungan lensa mata yang disesuaikan dengan dekat atau jauhnya jarak benda yang dilihat. Manusia memiliki dua batas daya akomodasi (jangkauan penglihatan) yaitu :
1.    Titik dekat mata (punctum proximum) adalah jarak benda terdekat di depan mata yang masih dapat dilihat dengan jelas. Untuk mata normal (emetropi) titik dekatnya berjarak 10cm s/d 20cm (untuk anak-anak) dan berjarak 20cm s/d 30cm (untuk dewasa). Titik dekat disebut juga jarak baca normal.
2.    Titik jauh mata (punctum remotum) adalah jarak benda terjauh di depan mata yang masih dapat dilihat dengan jelas. Untuk mata normal titik jauhnya adalah “tak terhingga”.

c.        Proses pembentukan bayangan pada mata manusia
Cahaya yang masuk melalui kornea diteruskan ke pupil. Iris mengatur jumlah cahaya yang masuk dengan cara membuka dan menutup, seperti halnya celah pada lensa kamera. Jika lingkungan di sekitar gelap, maka cahaya yang masuk akan lebih banyak; jika lingkungan di sekitar terang, maka cahaya yang masuk menjadi lebih sedikit. Ukuran pupil dikontrol oleh otot sfingter pupil, yang membuka dan menutup iris. Lensa terdapat di belakang iris. Dengan merubah bentuknya, lensa memfokuskan cahaya ke retina. Jika mata memfokuskan pada objek yang dekat, maka otot silier akan berkontraksi, sehingga lensa menjadi lebih tebal dan lebih kuat. Jika mata memfokuskan pada objek yang jauh, maka otot silier akan mengendur dan lensa menjadi lebih tipis dan lebih lemah. Retina mengandung saraf-saraf cahaya dan pembuluh darah. Bagian retina yang paling sensitif adalah makula, yang memiliki ratusan ujung saraf. Banyaknya ujung saraf ini menyebabkan gambaran visuil yang tajam. Retina mengubah gambaran tersebut menjadi gelombang listrik yang oleh saraf optikus dibawa ke otak. Saraf optikus menghubungkan retina dengan cara membelah jalurnya. Sebagian serat saraf menyilang ke sisi yang berlawanan pada kiasma optikus (suatu daerah yang berada tepat di bawah otak bagian depan). Kemudian sebelum sampai ke otak bagian belakang, berkas saraf tersebut akan bergabung kembali.

d.       Kelainan pada mata
1.    Miopi
Miopi yakni seseorang yang tidak dapat melihat benda yang berjarak jauh. Biasanya terjadi pada pelajar.dapat dibantu dengan kacamata berlensa cekung.
2.    Hipermetropi
Hipermetropi yaitu seseroang yang tidak dapat melihat benda yang berjarak dekat dari mata. Dapat dibantu dengan kacamata berlensa cembung.
3.    Presbiopi
Presbiopi adalah seseorang yang tidak dapat melihat benda yang berjarak dekat maupun berjarak jauh. Dapat dibantu dengan kacamata berlensa rangkap. Biasa terjadi pada lansia.
4.    Buta warna
Buta warna adalah suatu kondisi dimana seseorang sama sekali tidak dapat membedakan warna. Yang dapat dilihat hanyalah warna hitam, abu-abu, dan putih. Buta warna biasanya merupakan penyakit turunan. Artinya jika seseorang buta warna, hampir pasti anaknya juga buta warna.
5.    Katarak
Katarak adalah suatu penyakit mata di mana lensa mata menjadi buram karena penebalan Lensa Mata dan terjadi pada orang lanjut usia (lansia).
6.     Astigmatis
Ketidakaturan lengkung - lengkung permukaan bias mata yang berakibat cahaya tidak fokus pada retina.

E.       Pendekatan, Model, dan Metode
Pendekatan         : Scientific
Model                  : Discovery Learning
Metode                : Ceramah, diskusi, dan tanya jawab

F.       Media, alat, dan sumber Pembelajaran
Media                  : Power Point, gambar, dan kacamata
Alat                      : Laptop dan Lks
Sumber                : Buku Mari Belajar IPA SMP/MTS Kelas VIII. Wariyono, S. 2008. Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional.

G.      Langkah-Langkah Proses Pembelajaran
Kegiatan
Langkah-Langkah Model Pembelajaran Discovery Learning
Deskripsi Kegiatan
Alokasi waktu
Pendahuluan
1.     Pemberian Rangsangan
·  Guru melakukan pemusatan perhatian dengan mengucapkan salam dan peserta didik menjawab dengan santun.“Selamat pagi anak-anak, bagaimana kabar pagi ini?”
·  Sebelum pelajaran dimulai, peserta didik berdoa terlebih dahulu “ Anak-anak sebelum pelajaran dimulai kita membaca doa menurut kepercayaan masing-masing.”
·  Praktikan memotivasi dan memusatkan perhatian siswa dengan menampilkan gambar lilin dan mata manusia
10 menit
Kegiatan Inti
2. Identifikasi masalah
·    Guru memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk mengidetifikasi sebanyak mungkin masalah yang berkaitan dengan gambar lilin menyala dan mata manusia sampai peserta didik dapat berpikir dan menuliskanpertanyaan.
1.             Apa kaitan antara mata dan lilin meyala (cahaya)?
2.             Apa sajakah bagian-bagian mata?
3.             Bagaimana proses pembentukan bayangan pada mata manusia?
4.             Apa itu daya akomodasi mata?
5.             Apa saja kelainan pada mata?
60 menit

2.     Pengumpulan data
·   Pada tahap ini peserta didik mengumpulkan informasi yang relevan untuk menjawab pertanyaan yang teah diidentifikasi dahulu dengan cara mencari dalam buku sumber.


3. Pengolahan data
·   Pada tahap ini peserta didik dalam kelompoknya berdiskusi untuk menjawab pertanyaan yang telah diajukan


4. Pembuktian
·  Pada tahap verivikasi, peserta didik mendiskusikan hasil pengolahan data dan menverifikasikan hasil identifikasinya dengan data-data pada buku sumber. Misalnya dengan cara melakukan asosiasi data dengan data-data pada buku siswa, apakah sudah benar dari pertanyaan Apa kaitan antara mata dan lilin meyala (cahaya)?Apa sajakah bagian-bagian mata? Bagaimana proses pembentukan bayangan pada mata manusia?Apa itu daya akomodasi mata?Apa saja kelainan pada mata?
·  Setelah menjawab pertanyaan, peserta didik mempresentasekan hasil diskusi.kelompok.

Penutup
6. Menarik kesimpulan
·   Guru dan peserta didik membuat kesimpulan dan merefleksi hasil kerja kelompok “Anak-anak siapa yang bisa menyimpulkan materi kita hari ini?” Siswa diharapkan mengacungkan tangan. Setelah siswa menyimpulkan guru memberi respon positif dengan mengatakan “bagus”.
·   Setelah siswa 1 menyimpulkan, guru meminta siswa lain untuk menjawab, “Ada yang lain?”
·   Guru memberikan tugas rumah kepada peserta didik, “Anak-anak ada beberapa soal yang kalian harus kerjakan dirumah antara lain:
1.      Buatlah skema atau gambaran singkat tentang pembentukan bayangan pada mata manusia.
2.      Gambarlah proses pembentukan bayangan pada penderita presbio”
10menit

H.      Penilaian
a.      Metode dan Bentuk Instrumen
No.
ASPEK 
TEKNIK PENILAIAN
BENTUK INSTRUMEN
1.
Keaktifan peserta didik (sikap)
Obsevase dan penilaian diri
Lembar pengamatan sikap dan rubrik
2.
Penilaian kogitif
Tes Tertulis
Tes Uraian

b. Lembar Penilaian Siswa
No
Nama Peserta Didik
Rasa Ingin Tahu
Kerja Sama
Berkomunikasi Dengan Teman
Jumlah Skor
1





2






Kriteria:
·      Skor 1 Jika tidak pernah mengemukakan pendapat dalam diskusi.
·      Skor 2 jika kadang-kadang mengemukakan pendapat dalam diskusi.
·      Skor 3 jika sering mengemukakan pendapat dalam diskusi.
·      Skor 4 jika selalu mengemukakan pendapat dalam diskusi
Nilai =  x 100

Tidak ada komentar:

Posting Komentar